Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Selasa, 06 Maret 2012

Daerah Lumbung Pangan Harus Mendapat Proteksi


SUBANG,ReALAITA Online — Daerah yang selama ini menjadi lumbung pangan, seperti Subang, Karawang, dan Indramayu yang kontribusinya produksi padi cukup besar di Jawa Barat maupun nasional harus mendapat proteksi. Daerah lumbung pangan mempunyai peran penting menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi rakyat Indonesia.
Hal itu terungkap dalam acara Panen Raya benih padi unggul hasil litbang Batan varietas infari si denok di Desa Tambak Jati Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang, Senin (5/3). Pada acara tersebut hadir Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf, Plt Bupati Subang Ojang Sohandi beserta sejumlah pejabat terkait.
Pada kesempatan tersebut, Wagub mengatakan Subang merupakan salah satu lumbung ketahanan pangan nasional sehingga sebagai sentra ketahanan pangan diharapkan bisa menjadi penguat ketanahan pangan nasional.
"Pak Ojang bilang produksi Subang 1,1 juta ton. Sedangkan target nasional produksi padi untuk Jabar itu 11 juta ton. Itu artinya kontribusi Subang besar, sehingga wilayah ini perlu diproteksi agar bisa memberi makan rakyat Indonesia," katanya.
Dikatakan Wagub, Kabupaten Subang, Karawang, dan Indramayu mempunyai peran penting dalam ketahanan pangan Nasional. Oleh kerena itu Subang akan menjadi bagian pengembangan pembangunan, seperti rencana pembangunan jalan tol Dawuan - Cirebon.
Apabila itu sudah terwujud, daerah yang terlewati akan berkembang. Apalagi di Subang ini industrinya sudah ada, pangannya udah ada, dan menyusul energinya.
Mengenai produksi padi varietas infari si denuk, Wagub mengatakan pihaknya optimis bisa meningkatkan hasil panen padi. Apabila menggunakan bibit biasa hasil panennya antara 5 - 6 ton per hektar, bila menggunakan bibit infari sidenuk bisa mencapai 8 hingga 9 ton per hektar.
Dikatakan Dede, varietas unggul itu asalnya Sidenok setelah melalui rekayasa genetika menjadi Infari Sidenok. "Subang merupakan lumbung beras produksinya mencapai 1,3 juta ton per tahun. Kami optimis target produksi nasional unjut jabat 11 juta ton bisa terlampaui," katanya. PRLM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar