BEKASI, ReALITA Online — Asosiasi
Pengusaha Indonesia Kota Bekasi, Jawa Barat, menilai kenaikan harga Bahan Bakar
Minyak (BBM) subsidi sebesar Rp1.500 per liter yang diusulkan pemerintah akan
berdampak kompleks pada dunia usaha.
"Kenaikan
BBM tidak hanya berimbas pada kalangan pengusaha dan pekerja tapi juga harga barang
di pasar," kata Ketua Apindo Kota Bekasi, Purnomo Narmiadi, di Bekasi,
Selasa,(6/3).
Wacana
kenaikan tarif angkutan umum yang diajukan Organisasi Pengusaha Angkutan Daerah
(Organda) sebesar 30 hingga 35 persen sebagai dampak kenaikan BBM, kata dia,
akan mempengaruhi beban pengusaha dalam menyesuaikan dana transportasi bagi
pekerja.
"Usulan
Organda tersebut relatif cukup besar dan ongkos angkutan umum pasti akan ikut
naik. Pengusaha harus mempertimbangkan menyesuaian kenaikan ongkos bagi
pekerjanya," kata Purnomo.
Bila
kenaikan BBM direalisasikan pemerintah, kata dia, sebanyak 105 dari 230
perusahaan di Kota Bekasi yang masuk dalam keanggotaan Apindo akan mengalami
penambahan beban penderitaan karena harus menyesuaikan diri dengan berbagai
kenaikan harga bahan baku produksi.
"Penyesuaian
itu setidaknya harus dilakukan pengusaha minimal enam bulan hingga satu tahun
sebelum perusahaannya kembali berjalan normal," katanya.
Menurut
dia, sebagian perusahaan di wilayah setempat masih ada yang bergantung pada jasa
ekspedisi barang sebagai alat transportasi. Kenaikan BBM akan memicu kenaikan
tarif jasa ekspedisi.
"Barang-barang
yang akan kita kirim melalui jasa tersebut pun akan ikut naik di pasar,"
ujarnya.
Oleh
karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat memperhitungkan kenaikan BBM
terhadap inflasi karena akan mempengaruhi seluruh jalur ekonomi yang nantinya
akan membebani masyarakat dan pengusaha.
Aksi Mahasiswa Minta SBY Turun
Puluhan mahasiswa
dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bekasi menggelar aksi
protes rencana kenaikan harga BBM di Jalan Cut Mutia, Bekasi, Jawa Barat, Senin
(5/3).
Aksi digelar di
dekat kampus Universitas Islam 45 (Unisma) dengan tidur di jalan dan mendorong
dua unit angkutan umum. Aksi simbolis ini menggambarkan keadaan yang akan
terjadi apabila terjadi kenaikan harga BBM.
Dalam orasinya,
mahasiswa menilai kenaikan harga BBM akan memberikan masalah dan kesulitan baru
pada masyarakat. Karena kenaikan harga BBM ini akan membuat harga kebutuhan
pokok terdongkrak naik.
Mahasiswa pun
berjanji akan menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk turun apabila
kenaikan harga BBM tetap dilakukan. ANT,metrotv

Tidak ada komentar:
Posting Komentar