![]() |
| Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan |
BANDUNG, ReALITA Online — Gubernur
Provinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan, sedang membahas masalah kompensasi bagi
pihak tertentu sebagai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Pihak yang menjadi
perhatian untuk memperoleh kompensasi, di antaranya para pelaku bidang
pertanian, transportasi, masyarakat yang tidak mampu, dan sebagainya.
Heryawan masih
menunggu kebijakan pemerintah pusat soal kebijakan rencana menaikkan harga BBM.
Keputusan menaikkan harga BBM merupakan domain pemerintah pusat. Sementara
pemerintah daerah tinggal meneruskan program antisipasi dampaknya.
“Para gubernur
se-Indonesia sudah melakukan rapat koordinasi dengan Presiden dan jajaran
kabinet beberapa hari lalu. Kalau memang ada kenaikan harga BBM, antisipasinya
berupa kompensasi. Kalau rincian kompensasinya harus menunggu pusat. Tetapi sasarannya
untuk pertanian, transportasi, dan masyarakat tidak mampu,” jelas Heryawan usai
apel akbar Forum Ormas se-Jabar di Lapangan Gasibu Jalan Diponegoro Kota
Bandung, Sabtu (17/3/2012).
Menurut Heryawan,
pemerintah pusat akan merinci elemen masyarakat yang memperoleh kompensasi
sebagai dampak kenaikan harga BBM. Misalnya, elemen mana yang mendapatkan
kompensasi, jumlah sasaran, berapa besaran kompensasinya, dan lain-lain.
“Kita masih menungu
rinciannya dari pemerintah pusat. Kenaikan harga BBM juga kan baru rencana, belum ada
keputusan,” jelasnya. Sumber: inilah.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar