BEKASI,
ReALITA Online — Naas
bagi Kosim. Karena memiliki kulit hitam dan mengenakan kalung rantai, dia
menjadi sasaran amuk warga yang terlibat aksi bentrokan dengan kelompok warga
di perumahan Tytyan Indah. Mengendarai motor jenis Honda Revo, Karena ada
keperluan untuk membeli sejumlah perlengkapan bahan material, Laode alias Kosim
pria asal Buton, Sulawasi Tenggara, saat itu melintas di lokasi. Kosim terkena
sabetan samurai di tubuhnya.
Tak hanya itu, beberapa benda tajam
yang dibawa warga mengenai pria 26 tahun tersebut. Hingga akhirnya Kosim jatuh
tersungkur ke jalan sebelum dibakar hingga tewas di lokasi kejadian.
"Dia ada proyek membantu
saudaranya mengerjakan bangunan. Karena ada bahan yang kurang da
membelinya," kata salah satu saudara Kosim sambil menangis.
Nasib sama juga dialami Joni pria
asal Tapanuli, Sumatera Utara. Menurut penuturan istrinya, Neni Setiawati,
sebelum kejadian Joni berpamitan berangkat kerja dengan mengendarai mobil
Suzuki Vitara B 1961 NI. "Bapak pamit pergi berangkat kerja,” katanya.
Tak sampai ke tempat kerja, bapak
dua anak ini menjadi korban serangan warga di Jalan Kalibaru. Sedangkan, tiga teman
korban di dalam satu mobil berhasil melarikan diri aman dari serangan warga.
Joni yang sudah menjadi
bulan-bulanan warga, akhirnya tewas di lokasi kejadian. Petugas dari Polda
Metro Jaya dan Polresta Bekasi Kota yang ada di lokasi langsung mengamankan
korban. Namun, nyawanya sudah tidak dapat tertolong lagi.
Tito Refra yang juga adik John Kei
mengatakan, bahwa dua pria yang tewas bukan anggota kelompok John Kei. Dua pria
yang tewas itu, orang yang kebetulan sedang lewat di jalan lokasi bentrokan. Sumber:Vivanews
Tidak ada komentar:
Posting Komentar