Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 24 Maret 2012

Polisi Tangkap Seorang Warga Ambon


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto
JAKARTA, ReALITA Online — Pertikaian  dua kelompok pemuda di Kampung Rawa Bambu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (19/3) malam lalu, menemukan titik terang. Aparat gabungan Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi mengantongi nama satu tersangka yang diduga kuat membacok Septian Yahya Saputra,(19), pada Minggu (18/3), pemicu bentrokan dua kelompok pemuda pribumi dan Ambon.
"Dari beberapa keterangan saksi yang kita periksa, ada satu nama yang sudah kami tetapkan tersangka," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Rikwanto di areal Mapolda Metro Jaya.
Rikwanto mengatakan, sebelum menetapkan AR tersangka, petugas Reskrimum Polda bersama Polresta Metro Bekasi memanggil tiga saksi. Dari keterangan itu terbukti AR membacok. "Ini salah satu dari saksi yang diperiksa. Dalam penanganan ini kita berusaha hati-hati betul, tidak hanya keterangan pelaku," paparnya.
AR tercatat tinggal Perumahan Titian Indah, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Bekasi tersebut, merupakan salah satu warga Ambon yang ikut melakukan sweeping terhadap warga pribumi. Aksi sweeping ini muncul setelah salah satu warga Ambon membeli minuman keras di warung dan membuat onar. Karena kesal, seorang warga setempat memukul pria itu dengan botol saos.
Tidak terima dengan aksi tersebut, puluhan warga Ambon langsung men-sweeping dan membacok Yahya Saputra yang sampai saat ini dirawat di RS Ananda Bekasi. "Setelah diperiksa, dia mengaku yang membacok. Satu barang bukti sebuah senjata tajam sejenis parang sudah kita sita," katanya.
Tersangka tersebut bisa bertambah seiring fakta dan penyidikan di lapangan. Penambahan bisa terjadi karena ada beberapa korban. "Tersangka dari pihak masyarakat juga kita selidiki, sudah dapat beberapa tinggal masalah waktu," sambungnya.
Bagaimana dengan aksi bentrokan yang menewaskan dua warga Ambon? Rikwanto menambahkan sampai saat ini pihaknya telah memanggil beberapa saksi, baik itu kelompok pribumi dan kelompok Ambon. "Terkait bentrokan kita sudah memeriksa 12 saksi juga," jelas Rikwanto.
Dalam kasus ini, aparat kepolisian tidak hanya menelusuri pelaku pembacokan Yahya Saputra. Tapi juga mengusut aksi bentrok yang mengakibatkan dua orang luar ikut menjadi korban. Sebab, dua kejadian ini memiliki benang merah sama. "Siapa pun yang melanggar tindak pidana akan diproses," tegasnya. Sumber:detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar