| Yohanes Krisno Abi |
KEFAMENANU, ReALITA
Online —
Kasus busung lapar dan gizi buruk yang terjadi pada anak-anak banyak ditemukan
di daerah perbatasan Indonesia-Timor Leste. Salah satunya ditemukan di
Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Yohanes Krisno Abi, bayi
berusia 2 tahun didiagnosa menderita marasmus atau gizi buruk.
Dengan
berat badan hanya 5 kilogram, sudah hampir seminggu Krisno dirawat intensif di
bangsal anak, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu. Selain menderita marasmus,
Krisno juga menderita penyakit kulit, dan kedua kakinya pun terus membesar.
Menurut
ibunda Krisno, Rosina Kolo (30), warga Desa Oelbonak, Kecamatan Bikomi Tengah,
Kabupaten TTU, saat ditemui, Jumat (2/3/2012), anaknya menderita gizi buruk
sejak lima bulan lalu. Namun ia baru membawanya ke RS belakangan, saat melihat
kondisi Krisno yang terus menerus memburuk. "Berat badan anak saya mulai
anjlok pada usia 1,5 tahun, karena keterbatasan biaya sehingga setiap hari kami
hanya memberi dia makan bubur kosong tanpa lauk," kata Rosina.
Dengan
pekerjaan suaminya, Antonius Abi (34), sebagai petani ladang, penghasilan
keluarga ini sering tidak menentu. Akibatnya, pola makan Krisno yang merupakan
anak satu-satunya ini pun terganggu.
Data
yang didapat dari bangsal Anak RSUD TTU menunjukan, sejak tahun 2011 sampai
awal 2012, sebanyak 48 anak penderita gizi buruk yang telah dirawat di RSUD
TTU, dengan rincian 30 anak gizi kurang dan 18 anak marasmus.
Direktur
RSUD Kefamenanu, Dery Fernandes yang dikonfirmasi terkait penangan pihak RSUD
terhadap penderita gizi buruk melalui pesan singkat, mengatakan sedang berada
di luar kota, dan belum bisa memberikan komentar. kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar