![]() |
| ilustrasi beras |
KARAWANG, ReALITA
Online —
Sejumlah petani di sentra padi Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyambut baik
kenaikan harga pembelian pemerintah atau HPP gabah dan beras. Kenaikan itu
dinilai meredam penurunan harga yang berlangsung sejak satu bulan lalu.
Pada
hari kedua penerapan HPP, Jumat (2/3/2012), harga gabah di sentra padi umumnya
masih di atas HPP baru. HPP gabah kering panen (GKP) dinaikkan dari Rp 2.640
per kg menjadi Rp 3.300 per kg ditingkat petani, sementara beras dinaikkan dari
Rp 5.060 per kg menjadi Rp 6.600 per kg.
Ketua
Gabungan Kelompok Tani Sumber Tani di Desa Tegalsawah, Kecamatan Karawang
Timur, Iyah Rasim (41), menyebutkan, harga gabah di lapangan saat ini berkisar
Rp 4.000 - Rp 4.200 per kg GKP, bergantung pada kondisi dan kualitas gabah.
Angka itu lebih tinggi dibandingkan HPP sebesar Rp 3.300 per kg di tingkat
petani.
Sejumlah
petani mengaku terbantu dengan kenaikan HPP. Sebelumnya, mereka yang baru panen
akhir Maret atau awal April khawatir harga gabah anjlok akibat melimpahnya pasokan
dari petani. Dengan kenaikan HPP, kecenderungan turunnya harga gabah dan beras
relatif teredam.
Panen
padi di Karawang berlangsung di beberapa kecamatan di daerah golongan air I
(daerah yang pertama mendapat pasokan irigasi), seperti Karawang Barat, Karawang
Timur, Tirtamulya, dan Telagasari. Dinas Pertanian Karawang mencatat, hingga 29
Februari 2012, realisasi luas panen baru mencapai 520 hektar atau 0,5 persen
dari luas panen yang mencapai 93.216 hektar.
"Satu
bulan lalu harga gabah masih Rp 4.700 per kg, terus turun sejak panen rendeng
dimulai dan kini paling rendah Rp 4.000 per kg, masih lebih tinggi dibandingkan
dengan HPP. Petani terbantu oleh pemberlakuan HPP karena tren penurunan harga
teredam," tambah Endjam Djamsir, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan
Kabupaten Karawang.
Endjam
menambahkan, meski panen masih relatif kecil, penurunan harga teredam oleh
kenaikan HPP. Gabah diyakini bertahan di atas HPP hingga beberapa pekan ke
depan jika mutunya baik. "Yang harganya Rp 4.000 per kg saat ini adalah gabah
dengan kadar hampa tinggi, lebih dari 18 persen, akibat serangan hama penggerek
batang," ujarnya. kompas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar