Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 17 Maret 2012

Polisi Jaga Ketat 14 SPBU di Kota Cirebon


CIREBON, ReALITA Online — Belasan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Cirebon,Jawa Barat,  dijaga ketat oleh aparat kepolisian sejak seminggu terakhir ini. Penjagaan ketat berlangsung secara tertutup untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kasi Intelkam Polres Kota Cirebon,Ajun Komisaris Sudiro, mengungkapkan penjagaan ketat tersebut dalam rapat Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon, yang khusus membahas antisipasi kenaikan harga BBM di Kantor Bank Indonesia (BI) Cirebon Jumat (16/3/12) sore. Selain TPID, rapat juga dihadiri Hiswana Migas, Organda dan Pertamina serta PLN.
Menurut Sudiro, penjagaan ketat tersebut bersifat tertutup, sehingga pemilik SPBU sendiri tidak tahu kalau SPBU miliknya dalam penjagaan ketat aparat kepolisian.
"Penjagaan yang kami lakukan terhadap 14 SPBU di Kota Cirebon bersifat tertutup. Penjagaan akan terus dilakukan sampai batas waktu yang dinilai aman," ujarnya.
Rapat yang dibuka oleh pimpinan BI Cirebon Syarifuddin Bassara tersebut, Sudiro meminta kerja sama Hiswana Migas untuk menolak tegas konsumen yang membeli dengan menggunakan jerigen.
"Selain aturannya juga tidak membolehkan, pembelian dengan jerigen juga untuk mengantisipasi adanya antrean kendaraan, menjelang kenaikan harga BBM," katanya.
Selain penjagaan ketat terhadap SPBU, lanjut dia, pihak Polres Cirebon Kota juga menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk mengantisipasi kemungkinan gejolak di kalangan mahasiswa yang bisa saja melibatkan pelajar dalam aksinya.
"Kepala Dinas Pendidikan sudah mengedarkan surat kepada sekolah-sekolah untuk lebih ketat lagi menjaga muridnya kalau terjadi aksi unjuk rasa mahasiswa," ujarnya. Sumber: PRLM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar