CIREBON, ReALITA
Online — Belasan
stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Cirebon,Jawa Barat, dijaga ketat oleh aparat kepolisian sejak
seminggu terakhir ini. Penjagaan ketat berlangsung secara tertutup untuk
mengantisipasi kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi terkait rencana
kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kasi
Intelkam Polres Kota Cirebon,Ajun Komisaris Sudiro, mengungkapkan penjagaan
ketat tersebut dalam rapat Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon,
yang khusus membahas antisipasi kenaikan harga BBM di Kantor Bank Indonesia
(BI) Cirebon Jumat (16/3/12) sore. Selain TPID, rapat juga dihadiri Hiswana
Migas, Organda dan Pertamina serta PLN.
Menurut
Sudiro, penjagaan ketat tersebut bersifat tertutup, sehingga pemilik SPBU
sendiri tidak tahu kalau SPBU miliknya dalam penjagaan ketat aparat kepolisian.
"Penjagaan
yang kami lakukan terhadap 14 SPBU di Kota Cirebon bersifat tertutup. Penjagaan
akan terus dilakukan sampai batas waktu yang dinilai aman," ujarnya.
Rapat
yang dibuka oleh pimpinan BI Cirebon Syarifuddin Bassara tersebut, Sudiro
meminta kerja sama Hiswana Migas untuk menolak tegas konsumen yang membeli
dengan menggunakan jerigen.
"Selain
aturannya juga tidak membolehkan, pembelian dengan jerigen juga untuk
mengantisipasi adanya antrean kendaraan, menjelang kenaikan harga BBM,"
katanya.
Selain
penjagaan ketat terhadap SPBU, lanjut dia, pihak Polres Cirebon Kota juga
menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk mengantisipasi kemungkinan
gejolak di kalangan mahasiswa yang bisa saja melibatkan pelajar dalam aksinya.
"Kepala
Dinas Pendidikan sudah mengedarkan surat kepada sekolah-sekolah untuk lebih
ketat lagi menjaga muridnya kalau terjadi aksi unjuk rasa mahasiswa," ujarnya. Sumber:
PRLM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar