BEKASI,
ReALITA Online — Warga
Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, menyampaikan penolakannya
terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan menggelar aksi 1.000
tanda tangan, Minggu (18/3/2012).
"Kenaikan
harga BBM hanya menyengsarakan rakyat kecil. Saya yakin, pemerintah memiliki
opsi yang lebih bijak dari sekedar menaikkan lagi harga BBM, " ujar
Nunung, warga Kelurahan Bojong Rawalumbu yang turut membubuhkan tanda
tangannya.
Kegiatan
yang diselenggarakan di lapangan kosong samping Kantor Kecamatan Rawalumbu,
dilengkapi sebuah panggung kecil sebagai fasilitas bagi para orator yang ingin
menyampaikan keberatannya atas kenaikan BBM.
Pihak
panitia kegiatan dari Pemuda Demokrat Kota Bekasi juga menyediakan kain putih
sepanjang lima meter untuk ditulisi apa pun oleh warga yang ingin mencurahkan
kesulitan hidupnya jika harga BBM naik.
Ketua
Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bekasi, King Vidor, mengatakan, aksi tersebut
bertujuan untuk menyuarakan suara hati rakyat yang keberatan dengan rencana
kenaikan harga BBM, sebab mereka yang langsung akan merasakan dampak negatif
dari kebijakan tersebut.
"Aksi
hari ini sebagai bukti bahwa penolakan benar-benar datang dari masyarakat,
bukan disetir oleh pihak-pihak tertentu, seperti yang selalu dituduhkan selama
ini, " kata King.
Selain
tersedia bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhannya, panggung pun
terbuka bagi orator yang menyampaikan solusi-solusi efektif untuk dilakukan
pemerintah, selain mengandalkan kebijakan menaikkan harga BBM.
"Kita
negara kaya, tak perlu menaikkan harga minyak. Kalau mau, jual mahal ke negara
yang membeli minyak pada kita karena selama ini mereka diberi harga murah,
" kata salah satu orator, Dial Hasan, yang menjabat sebagai Kepala Departemen
Minyak dan Gas Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kota Bekasi. berita8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar