Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Minggu, 18 Maret 2012

Warga Bekasi Tolak BBM


BEKASI, ReALITA Online — Warga Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, menyampaikan penolakannya terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan menggelar aksi 1.000 tanda tangan, Minggu (18/3/2012).
"Kenaikan harga BBM hanya menyengsarakan rakyat kecil. Saya yakin, pemerintah memiliki opsi yang lebih bijak dari sekedar menaikkan lagi harga BBM, " ujar Nunung, warga Kelurahan Bojong Rawalumbu yang turut membubuhkan tanda tangannya.
Kegiatan yang diselenggarakan di lapangan kosong samping Kantor Kecamatan Rawalumbu, dilengkapi sebuah panggung kecil sebagai fasilitas bagi para orator yang ingin menyampaikan keberatannya atas kenaikan BBM.
Pihak panitia kegiatan dari Pemuda Demokrat Kota Bekasi juga menyediakan kain putih sepanjang lima meter untuk ditulisi apa pun oleh warga yang ingin mencurahkan kesulitan hidupnya jika harga BBM naik.
Ketua Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bekasi, King Vidor, mengatakan, aksi tersebut bertujuan untuk menyuarakan suara hati rakyat yang keberatan dengan rencana kenaikan harga BBM, sebab mereka yang langsung akan merasakan dampak negatif dari kebijakan tersebut.
"Aksi hari ini sebagai bukti bahwa penolakan benar-benar datang dari masyarakat, bukan disetir oleh pihak-pihak tertentu, seperti yang selalu dituduhkan selama ini, " kata King.
Selain tersedia bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhannya, panggung pun terbuka bagi orator yang menyampaikan solusi-solusi efektif untuk dilakukan pemerintah, selain mengandalkan kebijakan menaikkan harga BBM.
"Kita negara kaya, tak perlu menaikkan harga minyak. Kalau mau, jual mahal ke negara yang membeli minyak pada kita karena selama ini mereka diberi harga murah, " kata salah satu orator, Dial Hasan, yang menjabat sebagai Kepala Departemen Minyak dan Gas Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kota Bekasi. berita8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar