![]() |
| Balongub DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini |
JAKARTA,
ReALITA Online — Bakal
calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid mengkritisi hasil survei Lingkaran
Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli di
urutan pertama pilihan responden. Hidayat menyebut hasil survei itu tidak
mencerminkan pilihan warga Jakarta.
"Survei itu
mengatakan kalau Pemilu diselenggarakan waktu survei itu. Padahal pemungutan
suara tanggal 11 Juli, jadi pilihan warga pasti berubah," kata Hidayat
saat seperti detikcom, Minggu (8/4/2012).
Menurut Hidayat,
hasil survei tidak jadi patokan pemilih nantinya. Alasannya, kegagalan Foke
menata Jakarta akan jadi pertimbangan bagi publik untuk memilih calon lainnya.
Banjir, kemacetan,
kemiskinan masih jadi persoalan kota yang tidak dapat diselesaikan Foke.
"Bagaimana orang menyatakan puas dengan Foke, kecuali warga tidak lagi
rasional? Tapi kan saya yakin warga Jakarta masih rasional memilih calon yang
benar," tandasnya.
Anggota Komisi I
DPR ini juga mengkritik hasil survei LSI yang menyimpulkan Foke akan mulus
menang satu putaran. Hidayat yakin Pilkada akan berlangsung dua putaran.
"Lembaga
survei tidak boleh mensabotese penggiringan opini publik kepada salah satu
calon, seolah-olah Pilkada sudah selesai. Kita harus yakin menangkan Pilkada,
okelah Foke punya angka bagus, tapi bukan berarti dia melenggang satu
putaran," imbuhnya.
Hingga saat ini,
Hidayat meyakini akan lolos ke putaran kedua dengan modal mesin politik PKS.
Tak hanya itu, Hidayat berpendapat warga Jakarta kini lebih memilih calon baru
ketimbang incumbent yang masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. "Pemilih
PKS sangat loyal, kami yakin lolos ke putaran kedua," ujar dia.
Hasil survei LSI
menempatkan pasangan Foke-Nachrowi di urutan pertama dengan 49,1 persen suara,
pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyusul di posisi kedua
dengan 14,4 persen suara. Posisi ketiga ditempati pasangan Hidayat Nur
Wahid-Didik Rachbini dengan 8,3 persen suara.
Berturut-turut di
posisi keempat hingga keenam, pasangan Faisal Basri-Biem Benjamin (5,8 persen),
Alex Noerdin-Nono Sampono (3,9 persen) dan Hendardji Soepandji-A Riza Patria
yang hanya mendapat 1,2 persen.
Penjaringan
responden menggunakan metode multi random sampling, didapatkan 440 responden di
DKI Jakarta dengan pengumpulan data melalui kuesioner.
Kepada responden,
LSI menanyakan pilihan terhadap enam pasangan bakal cagub dan cawagub bila
pemungutan suara dilakukan saat itu juga ketika pengumpulan data dilakukan. detik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar