Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Kamis, 05 April 2012

Sekda Akan Panggil Direksi RSUD Terkait Pengadaan Darah Luar Daerah


RSUD Karawang
KARAWANG, ReALITA Online — Sekretaris Daerah Karawang, Iman Sumanteri berjanji akan segera memanggil jajaran Direksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terkait keengganan RSUD mengikat kontrak penyediaan daerah dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Karawang. Dengan cara itu stok darah yang dimiliki PMI Karawang dapat termanfaatkan dengan baik.
Lebih dari itu, niat baik ribuan pendonor untuk menyumbangkan darahnya secara rutin tidak perlu dibatasi.”Jika memang kondisinya seperti itu, kami akan melakukan pembicaraan dengan Direksi RSUD. Kami kira masalahnya hanya komunikasi yang tidak nyambung saja,” kata Iman, di sela-sela acara launching e-KTP di Aula Kantor Kecamatan Cilamaya Wetan, Rabu (4/4/12).
Menurut dia, pihaknya tidak ingin stok darah yang dikumpulkan PMI Karawang menjadi sia-sia akibat kebijakan Direksi RSUD yang memutus kontrak secara sepihak. Apalagi, alasan pemutusan kontrak itu hanya gara-gara kenaikan biaya pengganti pengolahan darah yang ternyata berlaku bagi seluruh PMI di Indonesia.
“Kalau biaya pengganti pengolahan darah sejajar, buat apa RSUD mengambil darah dari luar daerah. Apalagi stok di daerah sendiri mencukupi,” kata Iman penuh tanya.
Di tempat yang sama Ketua PMI Karawang, dr. Asep Lukman mengakui jika pihaknya telah menaikan biaya pengganti pegolahan darah lebih awal dibandingkan dengan PMI lain di daerah lain.
Hal itu dilakukan, agar PMI Karawang mandiri dan tidak perlu mendapatkan suntikan dana dari pihak lain, termasuk pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang sendiri.
Seperti diketahui, PMI Karawang terpaksa membatasi pendonor karena stok daerah di ruang pengawetan masih banyak. Hal itu terjadi akibat pihak RSUD Karawang menghentikan pengambilan darah dari PMI Karawang. Dengan alasan harganya lebih murah, RSUD Karawang lebih suka mengambil darah dari PMI Bekasi. Hal itu bahkan telah dilakukan pihak RSUD sejak awal tahun 2012.  PRLM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar