Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Senin, 16 April 2012

UN HariI Pertama SMKN Nusawungu Lancar


UN hari pertama SMKN Nusawungu
CILACAP, ReALITA Online — Hari pertama pelaksanaan UN (Ujian Nasional) tingkat SMK/SMA di Kabupaten Cilacap masih diwarnai kepanikan oleh beberapa siswa/siswi, namun secara keseluruhan bisa dikatakan berjalan lancar.
Seperti di SMK Negeri Nusawungu Cilacap, sebanyak 258 siswa kelas XII mengikuti UN dan selama satu tahun khusus kelas XII tidak ada yang dikembalikan kepada orang tua siswa karena faktor kehamilan dsb, sehingga bisa mengikuti UN di hari pertama.
Ketua Panitia UN SMK Negeri Nusawungu Drs. AKMAD MURWANTO sekaligus Kepala Sekolah yang ditemui wartawan Realita Online mengatakan bahwa 258 siswa bisa mengikuti UN di hari pertama. Yang menyangkut pendistribusian soal dari sub rayon Cilacap tidak ada kendala, hanya karena nilai minimum kelulusan 5,5 maka banyak siswa yang merasa was-was sehingga pihak sekolah sebelum pelaksanaan UN (Kamis, 12 April 2012) mengadakan doa bersama peserta didik kelas XII agar siswa sadar dan tenang dalam mengikuti UN sehingga belajar menjadi satu-satunya modal mengikuti UN.
Karena pada tahun 2012 tidak ada ujian ulang, maka siswa yang tidak lulus harus mengikuti ujian kembali pada tahun depan, kecuali atas permintaan anak didiknya agar mendapatkan ijazah, maka dianjurkan mengikuti ujian persamaan melalui kejar paket C, itupun sekali lagi atas permintaan anak didik dan orang tua wali siswa, imbuh Drs. Akhmad Murwanto.
Ada kebingungan oleh para pengawas UN di hari pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia, karena tidak ada kode soal yang ada hanya kode paket A1, A2, A3, A,4 dan A5 sehingga  para pengawas bersikap proaktif menanyakan kepada ketua panitia UN sekolah setempat, tetapi pada umumnya tidak ada masalah, barangkali ini bagian dari kerahasiaan Negara terkait soal UN, tegas Drs. Akhmad Murwanto.
Beberapa siswa-siswi yang ditemui wartawan Realita Online setelah keluar dari komplek SMK Negeri Nusawungu mengatakan pada awalnya bingung, takut dan stress tetapi setelah pembagian soal, rasa tersebut diatas sedikit berkurang, apalagi nilai minimum kelulusan dianggap momok yang paling menakutkan. Jangan sampai belajar 3 tahun gugur cuma dalam waktu 5 hari. rin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar