Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 03 Maret 2012

Calon Bupati Bekasi Diuji Tujuh Tokoh Nasional


BEKASI, ReALITA Online — Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merekomendasikan tujuh nama tokoh nasional yang akan menjadi panelis pada agenda debat kandidat di MetroTV, Rabu (7/3). Ketua KPUD Kabupaten Bekasi, Adi Susila, di Cikarang, Sabtu (3/3), mengatakan ketujuh tokoh itu adalah usulan berbagai pihak dari kalangan birokrat hingga akademisi.
"Panelis ada yang berlatar belakang sebagai tokoh akademisi, pendidikan, ekonomi, hingga seniman yang memiliki pemikiran kritis terhadap politik," kata Adi.
Tujuh nama itu Anis Bawesdan, Imam Prasojo, Indria Samego, Afiliani, Yudi Latif, Burhanudin Muhtadi, dan Sujiwo Tejo. Dari tujuh nama itu, kata dia, pasangan calon hanya boleh memilih tiga panelis untuk memandu jalannya debat kandidat yang juga puncak dari tahapan kampanye Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Bekasi.
Dalam agenda tersebut, masing-masing kandidat, yakni pasangan Neneng Hasanah Yasin-Rohim Mintareja (NERO), Sa'duddin-Jamalulail Yunus (SAJA), dan Darip Mulyana-Jejen Sayuti (DAHSYAT) akan diuji seputar komitmen politiknya dalam menyejahterakan masyarakat.
"Nantinya, masyarakat sendiri yang akan memiliki penilaian, siapa sebenarnya kandidat yang berkomitmen kuat menyejahterakan warganya," ujar Adi.
Dikatakan Adi, pasangan calon diperbolehkan menghadirkan pendukungnya dalam acara debat kandidat. Namun, dia meminta agar para pendukung untuk tetap menjaga kondusivitas selama acara berlangsung.
"Silakan membawa pendukungnya dengan jumlah yang sesuai dengan lokasi debat mengingat tempatnya tertutup di dalam studio. Tentunya, pendukung masing-masing kandidat harus menjaga kondusivitas situasi," katanya.  Ant, metrotvnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar