![]() |
| demo tolak pendirian minimarket |
BEKASI,
ReALITA Online — Ratusan pengujuk rasa dari LSM Gerakan Masyarakat Bawah
Indonesia (GMBI), terlibat aksi saling dorong dengan petugas keamanan saat
mencoba menerobos kantor Walikota Bekasi, di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan,
Kamis 1 Maret 2012.
Pengujuk
rasa menuntut Pemerintah Kota Bekasi menghentikan pendirian minimarket baru di
Kota Bekasi, yang sudah meresahkan pedagang pasar tradisional.
Aksi
saling dorong yang berlangsung sekitar 15 menit, dan baru berakhir setelah
beberapa perwakilan LSM GMBI diterima untuk melakukan dialog.
“Minimarket
baru di Kota Bekasi masih tumbuh subur. Padahal pada bulan Mei 2011 Plt
Walikota sudah janji akan menghentikan izin pendirian minimarket," ujar
Asep Sukarya, Sekertaris GMBI Distrik Bekasi.
Menurut
Asep, dalam pernyataan di sejumlah media, Plt Walikota Bekasi, Rahmat Effendi
mengatakan, siap melindungi pasar tradisional. Tapi, hal itu tidak terbukti
karena hingga kini keberadaan para pedagang kecil semakin tergusur dan sulit untuk
berkembang karena kalah bersaing dengan minimarket yang lebih modern. "Kita
akan kirim surat untuk mempertanyakan hal itu," katanya.
LSM
GMBI juga akan mempertanyakan tindakan apa yang diambil Pemkot Bekasi, terhadap
sejumlah minimarket baru. Berdasarkan data lembaga itu, ada 10 minimarket baru
baik yang berada di ruko maupun bangunan sendiri yang sedang dibangun di Bekasi
Utara, Bekasi Barat, Mustikajaya, dan Pondok Gede.
Selain
mendesak agar Pemkot Bekasi segera mengambil tindakan atas berdirinya minimarket
baru, GMBI juga meminta agar Plt Walikota segeramengeluarkan Peraturan Walikota
(Perwal) tentang pembatasan pendirian minimarket. "Keresahan pedagang sudah berlangsung
lama. Tapi yang tidak ada tindakan," katanya.
Karena
maraknya minimarket, lanjut Asep, pendapatan para pedagang kecil kini menurun
drastis hingga mencapai 50 persen.
Perwakilan
pengujuk rasa ditemui beberapa pejabat Pemkot Bekasi, diantaranya Kepala
Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan
dan Koperasi, dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi.
Pemkot
Bekasi berjanji akan menyikapi tuntutan pengunjuk rasa, yang akan datang dengan
massa yang lebih banyak bila tuntutan mereka tidak ditanggapi. VIVAnews

Tidak ada komentar:
Posting Komentar