Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 31 Maret 2012

Di Rumah Bersejarah Bupati Purwakarta Akan Membangun Patung Bung Karno


rumah bersejarah di Rengasdengklok
KARAWANG, ReALITA Online — Setelah membangun pagar di rumah bersejarah Rengasdengklok, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi berencana mendirikan pantung Bung Karno di tempat tersebut. Namun demikian Dedi terlebih dahulu bakal meminta persetujuan dari pemilik rumah dan para tokoh Rengasdengklok.
“Jika diizinkan, saya akan mendirikan patung Bung Karno di tempat ini. Sebab, kita semua harus mengakui tempat ini merupakan bagian dari tonggak Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia,” ujar Dedi ketika berkunjung ke rumah milik keluarga Djiaw Kie Siong itu, Jumat (30/3).
Menurut Dedi kedatangannya ke rumah itu untuk memantau pelaksanaan pembangunan pagar yang diprakarsainya. Dedi mengaku datang ke tempat itu sebagai pribadi bukan selaku Bupati Purwakarta. Dengan demikian, kedatangannya tidak perlu disalahartikan oleh para pejabat di Kabupaten Karawang.
Dikatakan, dirinya sangat menghargai sejarah dan merupakan pengagum berat Bung Karno. Oleh karena itu, dirnya merasa terpanggil untuk ikut memelihara dan melestarikan peninggalan sejarah.
Dedi mengatakan setelah membangun pagar, pihaknya akan memperbaiki jalan yang menuju ke lokasi rumah bersejarah itu. Bahkan, dia berjanji akan mengucurkan dana secara rutin sabagai biaya perawatan rumah tersebut kepada keluarga Djiaw Kie Siong. “Tolong niat baik saya ini jangan disalah-artikan,” kata Dedi.
Sementara itu, cucu Djiaw Kie Siong, yang menempati rumah bersejarah tersebut, Iin Kwin Moy mengaku terharu atas perhatian Dedi terhadap rumah peninggalan kakeknya itu. Bahkan Iin tindak menyangka pagar yang dibangun Dedi begitu megah.
Dalam kesempatan tersebut Iin berharap perhatian Dedi terhadap rumah bersejarah jangan hanya sebatas massa kampenyenya saja. Perhatian serupa hendaknya bisa berlanjut terus, setelah Dedi kembali terpilih menjadi Bupati Purwakarta nanti.
Dikatakan juga, kakeknya, Djiaw Kie Siong memiliki Sembilan anak dan 50 cucu. Namun yang merawat dan menempati rumah peninggalan kakeknya itu hanya dia dan beberapa kerabatnya saja.
Selama ini, lanjut Iin, dirinya hanya memperoleh penghasilan dari warung yang didirikan di halaman rumah bersejarah tersebut. Oleh karena itu, Iin mengaku tidak mempunyai biaya yang cukup untuk merawat rumah yang sempat di singgahi Bung Karno itu dengan baik.
“Pada zaman Orde Baru memang banyak penjabat yang berkunjung ke rumah ini. Namun, akhir-akhir ini pejabat jarang datang kecuali Pak Dedi dan Wakil Bupati Karawang Cellica Nurrahadiana. Bupati Ade Swara saja belum pernah menginjak rumah ini” kata Iin. PRLM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar