![]() |
| rumah bersejarah di Rengasdengklok |
KARAWANG, ReALITA Online — Setelah membangun pagar di rumah
bersejarah Rengasdengklok, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi berencana mendirikan
pantung Bung Karno di tempat tersebut. Namun demikian Dedi terlebih dahulu
bakal meminta persetujuan dari pemilik rumah dan para tokoh Rengasdengklok.
“Jika
diizinkan, saya akan mendirikan patung Bung Karno di tempat ini. Sebab, kita
semua harus mengakui tempat ini merupakan bagian dari tonggak Proklamasi
Kemerdekaan Negara Republik Indonesia,” ujar Dedi ketika berkunjung ke rumah
milik keluarga Djiaw Kie Siong itu, Jumat (30/3).
Menurut
Dedi kedatangannya ke rumah itu untuk memantau pelaksanaan pembangunan pagar
yang diprakarsainya. Dedi mengaku datang ke tempat itu sebagai pribadi bukan
selaku Bupati Purwakarta. Dengan demikian, kedatangannya tidak perlu
disalahartikan oleh para pejabat di Kabupaten Karawang.
Dikatakan,
dirinya sangat menghargai sejarah dan merupakan pengagum berat Bung Karno. Oleh
karena itu, dirnya merasa terpanggil untuk ikut memelihara dan melestarikan
peninggalan sejarah.
Dedi
mengatakan setelah membangun pagar, pihaknya akan memperbaiki jalan yang menuju
ke lokasi rumah bersejarah itu. Bahkan, dia berjanji akan mengucurkan dana
secara rutin sabagai biaya perawatan rumah tersebut kepada keluarga Djiaw Kie
Siong. “Tolong niat baik saya ini jangan disalah-artikan,” kata Dedi.
Sementara
itu, cucu Djiaw Kie Siong, yang menempati rumah bersejarah tersebut, Iin Kwin
Moy mengaku terharu atas perhatian Dedi terhadap rumah peninggalan kakeknya
itu. Bahkan Iin tindak menyangka pagar yang dibangun Dedi begitu megah.
Dalam
kesempatan tersebut Iin berharap perhatian Dedi terhadap rumah bersejarah
jangan hanya sebatas massa kampenyenya saja. Perhatian serupa hendaknya bisa
berlanjut terus, setelah Dedi kembali terpilih menjadi Bupati Purwakarta nanti.
Dikatakan
juga, kakeknya, Djiaw Kie Siong memiliki Sembilan anak dan 50 cucu. Namun yang
merawat dan menempati rumah peninggalan kakeknya itu hanya dia dan beberapa
kerabatnya saja.
Selama
ini, lanjut Iin, dirinya hanya memperoleh penghasilan dari warung yang
didirikan di halaman rumah bersejarah tersebut. Oleh karena itu, Iin mengaku
tidak mempunyai biaya yang cukup untuk merawat rumah yang sempat di singgahi
Bung Karno itu dengan baik.
“Pada
zaman Orde Baru memang banyak penjabat yang berkunjung ke rumah ini. Namun,
akhir-akhir ini pejabat jarang datang kecuali Pak Dedi dan Wakil Bupati
Karawang Cellica Nurrahadiana. Bupati Ade Swara saja belum pernah menginjak
rumah ini” kata Iin. PRLM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar