Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 17 Maret 2012

Harga Gabah Anjlok hingga di Bawah HPP


PURWAKARTA, ReALITA Online — Sejumlah petani di Karawang, Jawa Barat, mengeluhkan anjloknya harga gabah hingga di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). Mereka berharap pemerintah segera turun mengamankan harga, karena panen masih akan berlangsung hingga Mei atau Juni mendatang.
Di Desa Cariumulya, Kecamatan Telagasari, Jumat (16/3/2012), beberapa petani mengaku hanya bisa menjual Rp 3.000-3.100 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP). Harga itu lebih rendah dari standar HPP untuk gabah sebesar Rp 3.300 per kilogram.
"Tengkulak enggan membeli lebih dari Rp 3.100 per kilogram, karena katanya kualitas gabah rendah. Padahal secara fisik menurut petani mutunya baik. Jika hanya Rp 3.100 per kilogram, petani rugi," kata Akom (46), petani di desa itu.
Menurut Akom, petani tak melihat upaya pemerintah mengamankan harga yang mulai turun sejak awal panen musim rendeng Februari 2012. Ketika panen meluas, harga terus turun. "Jika dua pekan lalu harga gabah masih berkisar Rp 3.600-3.800 per kilogram, kini hanya Rp 3.100 per kilogram," ujarnya. kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar