KARAWANG, ReALITA Online — Ketua DPC
Partai Demokrat Kabupaten Karawang, Ahmad Rifa'I, mengaku telah menegur
anggotanya yang bersitegang dengan para pemuda pengumpul koin rumah bersejarah.
Teguran tersebut agar kesalahan serupa tidak dilakukan lagi oleh wakil rakyat
dari partai berlambang limas tersebut.
"Saya
tahu tujuan Pak Abas Hadimulyana dan para pengumpul koin itu sama baiknya.
Namun, protes Pak Abas terkesan menyepelekan upaya para pemuda pengumpul
koin," ujar Opi, yang akrab dipanggil Ahmad Rifa'i.
Karena
itu, lanjut Opi, pihaknya wajib mengingatkan anggotanya yang kurang bisa
menahan emosi. Dengan demikian, kesalahan serupa tidak dilakukan lagi di
kemudian hari.
Dikatakan
juga, DPC Partai Demokrat sangat mendukung upaya para pemuda Rengasdengklok
dalam menyelamatkan rumah bersejarah dari kepunahan. Untuk itu, pihaknya siap
mendesak pemerintah daerah supaya segera mengalokasikan anggaran untuk membeli
rumah milik Djiau Kie Siong.
Bahkan,
lanjut Opi, setelah rumah itu terbeli dan menjadi aset daerah, pemerintah tetap
harus menyiapkan dana biaya pembenahan dan perawatan rumah tersebut
"Pengelolaan
rumah tersebut bisa diserahkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Selanjutnya
dapat dijadikan sebagai objek wisata sejarah dan pendidikan," uajar Opi.
Pemeliharaan
rumah tersebut, tambah dia, bisa dipadukan dengan perawatan Tugu Proklamasi
yang letaknya hanya 200 meter."Kedua objek bersejarah itu, saat ini
sama-sama dalam kondisi terlantar," katanya.
Dihubungi
terpisah, Koordinator penggalangan koin, Imun Munandar, Rabu (29/2),
mengatakan, aksi pengumpulan koin demi rumah bersejarah berlanjut di wilayah
Rengasdengklok.
"Aksi ini ternyata mendapat simpati dari
kalangan pelajar. Mereka ikut mengumpulkan koin dari masyarakat pengguna jalan
dan komunitas pasar Rengasdengklok," ungkap Imun.
Menurut
Imun, aksi tersebut akan terus dilakukan hingga pemerintah menyediakan anggaran
untuk biaya perawatan dan pelestarian rumah bersejarah itu.
"Mudah-mudahan
aksi kami dapat mengetuk hati para pemegang kebijakan baik di daerah maupun
pusat," pinta Imun.
Seperti
diberitakan s ebelumnya, puluhan pemuda asal Rengasdengklok menggelar aksi
pengumpulan koin pecahan seribu rupiah di komplek perkantoran bupati dan DPRD
Karawang, Selasa (28/2). Mereka menggelar aksi tersebut untuk menyelamatkan rumah
bersejarah di Rengasdengklok yang saat ini kurang terawat.
Akan
tetapi, akasi para pemuda itu justru membuat salah seorang anggota DPRD dari
Fraksi Demokrat Abas Hadimulyana berang. Wakil rakyat itu mengaku merasa dilecehkan
aksi tersebut, sehingga terjadi debat kusir dengan para pengumpul koin. Sumber:PRLM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar