Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 02 Maret 2012

Ketua DPC Demokrat Tegur Abas Hadimulyana


KARAWANG, ReALITA Online — Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Karawang, Ahmad Rifa'I, mengaku telah menegur anggotanya yang bersitegang dengan para pemuda pengumpul koin rumah bersejarah. Teguran tersebut agar kesalahan serupa tidak dilakukan lagi oleh wakil rakyat dari partai berlambang limas tersebut.
"Saya tahu tujuan Pak Abas Hadimulyana dan para pengumpul koin itu sama baiknya. Namun, protes Pak Abas terkesan menyepelekan upaya para pemuda pengumpul koin," ujar Opi, yang akrab dipanggil Ahmad Rifa'i.
Karena itu, lanjut Opi, pihaknya wajib mengingatkan anggotanya yang kurang bisa menahan emosi. Dengan demikian, kesalahan serupa tidak dilakukan lagi di kemudian hari.
Dikatakan juga, DPC Partai Demokrat sangat mendukung upaya para pemuda Rengasdengklok dalam menyelamatkan rumah bersejarah dari kepunahan. Untuk itu, pihaknya siap mendesak pemerintah daerah supaya segera mengalokasikan anggaran untuk membeli rumah milik Djiau Kie Siong.
Bahkan, lanjut Opi, setelah rumah itu terbeli dan menjadi aset daerah, pemerintah tetap harus menyiapkan dana biaya pembenahan dan perawatan rumah tersebut
"Pengelolaan rumah tersebut bisa diserahkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Selanjutnya dapat dijadikan sebagai objek wisata sejarah dan pendidikan," uajar Opi.
Pemeliharaan rumah tersebut, tambah dia, bisa dipadukan dengan perawatan Tugu Proklamasi yang letaknya hanya 200 meter."Kedua objek bersejarah itu, saat ini sama-sama dalam kondisi terlantar," katanya.
Dihubungi terpisah, Koordinator penggalangan koin, Imun Munandar, Rabu (29/2), mengatakan, aksi pengumpulan koin demi rumah bersejarah berlanjut di wilayah Rengasdengklok.
 "Aksi ini ternyata mendapat simpati dari kalangan pelajar. Mereka ikut mengumpulkan koin dari masyarakat pengguna jalan dan komunitas pasar Rengasdengklok," ungkap  Imun.
Menurut Imun, aksi tersebut akan terus dilakukan hingga pemerintah menyediakan anggaran untuk biaya perawatan dan pelestarian rumah bersejarah itu.
"Mudah-mudahan aksi kami dapat mengetuk hati para pemegang kebijakan baik di daerah maupun pusat," pinta Imun.
Seperti diberitakan s ebelumnya, puluhan pemuda asal Rengasdengklok menggelar aksi pengumpulan koin pecahan seribu rupiah di komplek perkantoran bupati dan DPRD Karawang, Selasa (28/2). Mereka menggelar aksi tersebut untuk menyelamatkan rumah bersejarah di Rengasdengklok yang saat ini kurang terawat.
Akan tetapi, akasi para pemuda itu justru membuat salah seorang anggota DPRD dari Fraksi Demokrat Abas Hadimulyana berang. Wakil rakyat itu mengaku merasa dilecehkan aksi tersebut, sehingga terjadi debat kusir dengan para pengumpul koin. Sumber:PRLM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar