SUBANG, ReALITA
Online — Antisipasi siklus lima tahunan terjadinya lonjakan penyakit demam
berdarah dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kabupaten Subang menetapkan status
waspada. Dalam kurun waktu dua bulan terakhir antara Januari - Februari 2012
sudah tercatat 93 kasus DBD, dan satu di antaranya meninggal dunia.
Mengenai
hal tersebut dibenarkan Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
(P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Subang H. Ahmad Nasuhi, Selasa (6/3/12).
Dia
mengatakan pada tahun 2012 merupakan siklus lima tahunan, diprediksi kasus
penyakit DBD akan mengalami lonjakan. Meski hingga saat ini belum terlihat
adanya lonjakan kasus, tetapi pihaknya menetapkan status waspada sebagai upaya
antisipasi. Apalagi banyak daerah di wilayah Kabupaten Subang termasuk endemis
DBD.
"Peningkatan
kasus belum terlihat, tapi upaya antisipasi sudah kami lakukan. Pengamatan
penyakit yang cenderung potensi KLB. Selain itu menyiapkan berbagai peralatan
termasuk obat obatan, kami juga terus melakukan sosialiasi tentang pentingnya
pengamatan lingkungan. Sebab paling efektif partisipasi masyarakat,"
katanya.
Dikatakan
Achmad, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir kasus DBD di Subang bisa
ditekan, setiap tahunnya terus mengalami penurunan. Pada tahun 2009 lalu jumlah
kasus meninggal tinggi mencapai 24 pasien. Kemudian tahun 2010 menurun menjadi
12 pasien, dan 2011 tercatat 6 pasien.
Sedangkan
di awal tahun 2012, hingga akhir Februari tercatat 93 kasus DBD termasuk satu
diantaranya meninggal. Kemudian dari jumlah tersebut pada januari 49 kasus, dan
Februari sebanyak 44 kasus. "Pasien meninggal terjadi pada bulan Februari,
anak usia sembilan tahun warga Kampung Sarimukti Desa Tanjung Kecamatan
Cipunagara," katanya. PRLM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar