![]() |
| Plt Walikota Bekasi, Rahmat Effendi |
BEKASI,
ReALITA Online —
Sebanyak Rp 51,5 miliar dana pembangunan yang terakomodasi di Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi tahun 2011 gagal terserap.
Terlambatnya pengesahan APBD 2011 Perubahan merupakan salah satu alasan
gagalnya penyerapan maksimal tersebut.
Dalam paparannya
saat membacakan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2011 di
Gedung Paripurna DPRD Kota Bekasi, Kamis (5/4) malam, Pelaksana Tugas Wali Kota
Bekasi Rahmat Effendi mengatakan ada 47 kegiatan yang gagal direalisasikan.
"Faktor
penyebabnya banyak. Mayoritas karena keterlambatan pengesahan APBD Perubahan,
sehingga dana-dana yang dialokasikan pada APBD Perubahan itu gagal diserap
akibat keterbatasan waktu," ucap Rahmat usai membacakan laporannya.
Kegiatan yang batal
terlaksana karena hal tersebut antara lain upaya penanggulangan gizi buruk
dengan anggaran senilai Rp 971 juta, perbaikan pompa mobile (Rp 188 juta),
pengadaan kendaraan operasional Dinas Pertamanan, Pemakaman, dan Penerangan
Jalan Umum (Rp 284 juta), dan pengadaan baktor sampah (Rp 50 juta).
Ada pula kegiatan
yang gagal terealisasi karena faktor teknis dari pemerintah pusat. Seperti
penyediaan sarana penunjang mutu pendidikan untuk tingkat SD, SMP, dan SMA
serta pengadaan sarana dan prasarana sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA.
"Kegiatan-kegiatan
tersebut dananya sangat besar. Namun petunjuk teknis pelaksanaannya terlalu
mepet, sehingga tidak mencukupi waktu untuk pengadaannya," katanya.
Agar hal tersebut
tak terulang di tahun anggaran 2012, Rahmat berharap seluruh elemen
pemerintahan bisa bekerja keras untuk membahas APBD murni dan perubahan tepat
waktu. APBD perubahan selambat-lambatnya disahkan pada September supaya
tersedia waktu yang cukup untuk penyerapannya. Sementara APBD murni untuk tahun
berikutnya harus bisa disahkan akhir November supaya realisasi pembangunan bisa
dimulai awal tahun.
"Kalau jadwal
penyusunan tersebut ditepati, penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bukan hal yang mustahil kita dapatkan,"
katanya. PRLM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar