Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Rabu, 04 April 2012

BNN: Denny Indrayana Sempat Teriak, Tidak Ada Pemukulan


Denny Indrayana bantah tampar petugas lapas
JAKARTA, ReALITA Online — Badan Nasional Narkotika (BNN) membantah ada perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkum HAM) Denny Indrayana terhadap salah satu sipir di Lapas kelas IIA Pekanbaru. Semua dilakukan sesuai prosedur.
"Saya katakan tidak ada. Kita masuk ke Lapas secara mendadak dan sesuai SOP (standard operational procedure). Kalau kita diminta tunggu ya kita tunggu," kata Plt Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Benny Joshua Mamoto, saat jumpa pers di Gedung BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (3/4/2012).
Benny menuturkan kronologi yang menyebut adanya penamparan dan pemukulan yang dilakukan Denny Indrayana terhadap salah seorang petugas lapas.
Saat itu, Senin (2/4/2012) dinihari, Denny dan puluhan petugas BNN yang dipimpin Benny hendak menciduk 3 napi yang terindikasi peredaran dan pengendalian sabu di dalam lapas tersebut.
"Ketika kita tiba, kondisi gerbang lapas terkunci, kita ketuk dengan batu tidak ada yang keluar. Karena melihat pagar pendek kita putuskan untuk melompati pagar," papar Benny.
Setelah berhasil melompati pagar, tim kemudian berupaya memasuki pintu portir (pintu penjagaan). Denny berupaya meminta petugas jaga membuka pintu portir, namun setelah sekian lama mengetuk tidak juga ada yang membuka portir.
'Digedor ternyata tidak ada juga yang membuka sampai kita harus teriak," ujar Benny.
Setelah diketahui teriakan tersebut adalah dari Wamenkum HAM, salah seorang petugas lantas melongok ke luar melalui lubang kecil portir dan membukakan pintu.
"Saat masuk langsung dijelaskan kepada petugas jaga bila kita memerlukan 3 orang napi," katanya.
Berdasarkan standar operasi yang dilakukan BNN, ketika petugas berhasil memasuki lapas, seluruh petugas dikumpulkan dan mengamankan handphone.
"Tujuannya agar operasi tidak bocor ke para napi dan tahanan. Dan ternyata betul, ada pesan masuk ke HP salah seorang petugas menanyakan kebenaran adanya razia," jelas Benny.
Pengamatan detikcom di lokasi kejadian, jarak antara portir dan ruang penjagaan petugas hanya berjarak sekitar 5 meter. Saat penggerebakan dilakukan, tidak ada pejabat Lapas baik itu Kepala Lapas atau pun KPLP (Kepala Pengamanan Lapas).
Sebelumnya, Kalapas Kelas II A II Pekanbaru, Riau, mengirim surat protes bernomor W4.TG.PW.04.01453, 3 April 2012 kepada Menkum HAM, Amir Syamsuddin, melalui Kakanwil Riau. Di dalam surat disampaikan kondisi LP Pekanbaru saat kejadian dan kronologi penamparan oleh Denny.
Denny sudah membantah kabar ini. Dia hanya mengakui ada pemukulan oleh anggota rombongan, bukan dia pribadi. Sumber: detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar