BEKASI, ReALITA Online — Duta
Besar Amerika Serikat Scot Marciel mengagendakan kunjungan ke sejumlah tempat
di Bekasi, Jawa Barat, dalam rangka mempererat Kemitraan Komprehensif
AS-Indonesia pada Kamis (12/4).
"Sebagaimana diketahui,
Presiden Obama dan Presiden Yudhoyono meresmikan Kemitraan Komprehensif pada
November 2010. Kegiatan ini semacam implementasinya," ujar juru bicara
Kedutaan Besar AS, Indar Juniardi, melalui siaran pers yang diterima ANTARA, di
Bekasi, Rabu (11/4).
Juniadi mengatakan
rombongan bertolak dari Jakarta menuju Bekasi menggunakan kereta api. Rombongan
akan mengunjungi Pesantren An-Nur di Jalan KH Muhtar Tabrani 40, RT 004/04,
Marga Mulya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, untuk bertemu dengan Plt Wali Kota
Bekasi Rahmat Effendi, staf pengajar, dan para santri.
"Dubes Marciel
tiba di Bekasi dan berkunjung ke Pesantren An-Nur untuk berdialog dengan Plt
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengenai toleransi dan keragaman dua nilai yang
sama-sama dimiliki AS dan Indonesia," katanya.
Acara dilanjutkan
pada kegiatan bakti sosial bersama Wakil Dubes AS Ted Osius dan Helping Hands
Club, Kota Bekasi.
Disambut
Aksi Demo
"Dubes Marciel
akan berpidato tentang Kemitraan Komprehensif dan bagaimana Kemitraan itu menandai
pentingnya hubungan AS-Indonesia di hadapan mahasiswa President University,
Jababeka Education Park Cikarang Baru," katanya.
Belasan mahasiswa
yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam menyambut kunjungan rombongan
Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Bekasi, Jawa Barat, dengan berunjuk rasa di
sekitar stasiun setempat, Kamis (12/4).
Unjuk rasa berpusat
di simpang Bulan-Bulan, Jalan Ir H Juanda, Bekasi Timur, dengan dikawal 10
polisi dari Polresta Bekasi Kota. Massa memaksa masuk ke Stasiun Kota Bekasi
yang berjarak sekitar 50 meter dari Simpang Bulan-Bulan. Namun, mereka dihadang
polisi. Massa yang membawa atribut bendera hijau HMI tertahan di pintu masuk
parkir kendaraan.
"Kita tidak
ingin Kedubes AS datang ke Bekasi. Sebab, kita khawatir akan ada perjanjian
baru yang bisa menguras sumber daya alam kita," ujar koordinator aksi,
Mardani Ahmad, di sela aksi. Menurut dia, kehadiran Duta Besar AS, Scot Marciel
beserta staf di Bekasi menimbulkan pertanyaan masyarakat karena tidak
disosialisasikan sebelumnya.
"Jangan sampai
mereka (Kedubes AS) datang seperti permen karet. Awalnya manis, namun lama-lama
hambar dan saat ditiup membentuk balon lalu meledak," ujarnya. Aksi
berjalan tertib hingga rombongan AS bertolak dari stasiun menuju Pesantren
An-Nur, di Jalan KH Muhtar Tabrani, Marga Mulya, Bekasi Utara, Kota Bekasi.
Dubes Marciel ke
Pesantren An-Nur untuk bertemu dengan Pelaksana Tugas Wali Kota Bekasi Rahmat
Effendi, staf pengajar, dan para santri. Menurut juru bicara Kedubes AS,
Juniardi, Duta Besar Marciel akan mengunjungi sejumlah tempat di Bekasi.
Program ini dilakukan dalam kerangka Kemitraan Komprehensif AS-Indon. Ant
Tidak ada komentar:
Posting Komentar