Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Kamis, 12 April 2012

Dubes AS Kunjungi Bekasi


BEKASI, ReALITA Online — Duta Besar Amerika Serikat Scot Marciel mengagendakan kunjungan ke sejumlah tempat di Bekasi, Jawa Barat, dalam rangka mempererat Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia pada Kamis (12/4).
"Sebagaimana diketahui, Presiden Obama dan Presiden Yudhoyono meresmikan Kemitraan Komprehensif pada November 2010. Kegiatan ini semacam implementasinya," ujar juru bicara Kedutaan Besar AS, Indar Juniardi, melalui siaran pers yang diterima ANTARA, di Bekasi, Rabu (11/4).
Juniadi mengatakan rombongan bertolak dari Jakarta menuju Bekasi menggunakan kereta api. Rombongan akan mengunjungi Pesantren An-Nur di Jalan KH Muhtar Tabrani 40, RT 004/04, Marga Mulya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, untuk bertemu dengan Plt Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, staf pengajar, dan para santri.
"Dubes Marciel tiba di Bekasi dan berkunjung ke Pesantren An-Nur untuk berdialog dengan Plt Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengenai toleransi dan keragaman dua nilai yang sama-sama dimiliki AS dan Indonesia," katanya.
Acara dilanjutkan pada kegiatan bakti sosial bersama Wakil Dubes AS Ted Osius dan Helping Hands Club, Kota Bekasi.
Disambut Aksi Demo
"Dubes Marciel akan berpidato tentang Kemitraan Komprehensif dan bagaimana Kemitraan itu menandai pentingnya hubungan AS-Indonesia di hadapan mahasiswa President University, Jababeka Education Park Cikarang Baru," katanya.
Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam menyambut kunjungan rombongan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Bekasi, Jawa Barat, dengan berunjuk rasa di sekitar stasiun setempat, Kamis (12/4).
Unjuk rasa berpusat di simpang Bulan-Bulan, Jalan Ir H Juanda, Bekasi Timur, dengan dikawal 10 polisi dari Polresta Bekasi Kota. Massa memaksa masuk ke Stasiun Kota Bekasi yang berjarak sekitar 50 meter dari Simpang Bulan-Bulan. Namun, mereka dihadang polisi. Massa yang membawa atribut bendera hijau HMI tertahan di pintu masuk parkir kendaraan.
"Kita tidak ingin Kedubes AS datang ke Bekasi. Sebab, kita khawatir akan ada perjanjian baru yang bisa menguras sumber daya alam kita," ujar koordinator aksi, Mardani Ahmad, di sela aksi. Menurut dia, kehadiran Duta Besar AS, Scot Marciel beserta staf di Bekasi menimbulkan pertanyaan masyarakat karena tidak disosialisasikan sebelumnya.
"Jangan sampai mereka (Kedubes AS) datang seperti permen karet. Awalnya manis, namun lama-lama hambar dan saat ditiup membentuk balon lalu meledak," ujarnya. Aksi berjalan tertib hingga rombongan AS bertolak dari stasiun menuju Pesantren An-Nur, di Jalan KH Muhtar Tabrani, Marga Mulya, Bekasi Utara, Kota Bekasi.
Dubes Marciel ke Pesantren An-Nur untuk bertemu dengan Pelaksana Tugas Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, staf pengajar, dan para santri. Menurut juru bicara Kedubes AS, Juniardi, Duta Besar Marciel akan mengunjungi sejumlah tempat di Bekasi. Program ini dilakukan dalam kerangka Kemitraan Komprehensif AS-Indon. Ant

Tidak ada komentar:

Posting Komentar