PEKANBARU,
ReALITA Online —
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pembangunan Jembatan
Selat Sunda ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2014.
"Keputusan
Presiden (Keppres) sudah keluar, tinggal dibuat komitmen pelaksanaannya,"
kata Hatta di Kabupaten Pelalawan, Riau, hari ini.
Hatta menjelaskan,
pemerintah sudah menyiapkan lahan sekitar 40 ribu hektare untuk proyek itu.
Kawasan terpadu tersebut, lanjutnya, terbagi seluas 20 ribu hektare di daerah
Banten dan sisanya di Lampung sebagai penopang berkembangnya daerah industri
ketika Jembatan Selat Sunda berdiri.
Setelah terbitnya
Kepres realisasi pembangunan Jembatan Selat Sunda, lanjutnya, pemerintah
menyusun komitmen perusahaan, baik swasta atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
yang akan menjadi pelaksana proyek tersebut.
Selain itu,
Kementerian Pekerjaan Umum juga sedang menyiapkan "master plan"
pembangunan ruas jalan untuk menghubungkan daerah dari Lampung sampai Aceh.
"Setiap
Pemerintah Provinsi yang dilewati 'highway' tersebut diminta untuk ikut
bertanggungjawab melakukan pembebasan lahan. Dana pembebasannya disiapkan
pemerintah," ujarnya.
Pembangunan
Jembatan Selat Sunda diharapkan dapat mempercepat perluasan pembangunan ekonomi
Indonesia di koridor Sumatera.
Menurut Hatta,
koridor Sumatera berkembang dengan cepat dilihat dari investasi pada tahun 2011
yang mencapai Rp489 triliun dan diproyeksikan pada tahun ini akan ada sekitar
Rp500 triliun investasi yang masuk.
Ia mengatakan,
setelah pembangunan Jembatan Selat Sunda direalisasikan, pemerintah akan
membantu pembangunan Jembatan Selat Malaka, yang menghubungkan Provinsi Riau
dan Malaka, Malaysia. ANT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar