Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Kamis, 12 April 2012

Target Disdik Kota Bekasi Kelulusan UN 100%


BEKASI, ReALITA Online — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Jawa Barat,  menargetkan kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK tahun 2012 yang akan digelar mulai Senin (16/4)  kelulusan ditargetkan 100 persen. Karena tak digelarnya UN ulangan untuk tahun ini, target tersebut harus sanggup dicapai.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Kota Bekasi Dedi Djunaedi menyatakan pihaknya optimistis target-target tersebut dapat tercapai. Sebab hasil tiga kali uji coba yang dilakukan masing-masing sekolah menunjukkan hasil yang tidak mengecewakan.
"Saya sudah lihat hasil tesnya di masing-masing Unit Pelaksana Teknis Dinas, hasilnya cukup baik. Jika bisa dipertahankan demikian, apalagi ditingkatkan, target kelulusan 100 persen tak sulit diwujudkan," katanya.
Lebih lanjut dikatakan Dedi, peserta UN dari Kota Bekasi tahun ini sebanyak 13.246 siswa SMK dan 11.388 siswa SMA. Mereka berasal dari 90 SMA dan 97 SMK yang ada di Kota Bekasi.
Perihal penyelenggaraan UN, Dedi mengatakan ada sejumlah perbedaan. Mulai tahun ini, semua pengawas kelas diharuskan menandatangani lembar pakta integritas yang nantinya akan disertakan bersama lembar jawaban siswa.
"Pakta integritas tersebut untuk menjamin tidak terjadinya kecurangan saat penyelenggaraan UN. Hal ini berlaku secara nasional," katanya.
Baik lembar jawaban peserta UN, maupun lembar pakta integritas yang dimasukkan ke dalam amplop yang sama itu harus dilem di dalam ruangan ujian. Dengan demikian tidak mungkin terjadi kecurangan yang dilakukan di luar ruang ujian.
"Tahun lalu DPRD menyoroti pengeleman amplop di dalam ruang pengawas yang rawan kecurangan. Sekarang sudah diantisipasi dengan kewajiban mengelemnya di dalam amplop," katanya.
Dengan adanya perubahan peraturan tersebut, Dedi mengharapkan upaya realisasi target kelulusan 100 persen tidak terganjal dugaan adanya aksi kecurangan. PRLM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar