KARAWANG,
ReALITA Online —
Akibat curah hujan yang cukup tinggi mengancam keselamatan warga Rt.03 dan 04,
Rw.01 warga Desa Parungsari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang,
Jawa Barat, yang bermukim tidak jauh dari sungai Cibeet. Sedikitnya rumah milik
9 kepala keluarga dapurnya rubuh akibat bencana longsor ke sungai Cibeet
tersebut.
HASIL pantuan
ReALITA Online di lokasi peristiwa tersebut, sekitar panjang 300 meter
longsor dan cukup dalam membuat kesembilan kepala keluarga (KK) tersebut kian
gelisah.
Warga yang
terkena musibah tersebut adalah Embin,Wana, Ayat, Taman, Arip, Cawin, Nasmat,
Dasim, dan Udin.
Mereka
menuturkan, tanah pemukimannya hampir habis tergerus kali Cibeet terlebih pada
musim hujan saat ini yang curahnya cukup tinggi.
“Kami mau
pindah dari lokasi ini, tapi kami tidak punya uang membeli tanah untuk tempat
tinggal,” tutur warga.
Kepala Desa
Parungsari, Kosim Adiwijaya, membenarkan bahwa longsor yang menimpa pemukiman
warganya itu, akibat musim hujan yang berkepanjangan belakangan ini menjadikan debit air sungai Cibeet meluap.
Menurut Kosim,
akibat luapan air sangat mempengaruhi daya tahan bahu Sungai Cibeet."Salah
satu mengatasinya adalah pembangunan turap agar tanah longsor tidak semakin
meluas. Jika Pemda Karawang tidak segera mengambil langkah antisipatip, Desa
Parungsari bakal habis tergerus," tandasnya.
Dia menyadari
bahwa warganya yang bermukim di sepanjang sungai tersebut sangat rentan ancaman
longsor. Hanya, pihaknya tak berdaya dikarenakan harus menyiapkan lahan untuk
pemukiman warga supaya bersedia meninggalkan pemukiman di sepanjang sungai
Cibeet. Tapi terbentur biaya.
"Dananya
dari mana untuk membeli lahan setidaknya 10.000 meter persegi. Kami baru
mengajukan surat permohonan ke bapak bupati bertanggal 15 Maret 2012 perihal
bantuan biaya pembebasan tanah peruntukan jalan desa karena jalan yang ada
sudah longsor.
Sejatinya Desa
Parungsari tidak jauh dari kawasan industri, namun Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Karawang terkesan kurang perhatian .Dan desa ini tergolong tertinggal
walaupun mayoritas lahan yang ada adalah pertanian padi, tapi petani di sana
kerap sulit mendapatkan kucuran air, baik pada musim tanam maupun pasca tanam.
Dengan kondisi
desa tersebut, Pemkab Karawang sudah saatnya meninjau Rencana Umun Tata Ruang
Kecamatan (RUTRK) sawah teknis menjadi perumahan dan zona industri.
Jika ditinjau
dari letak desa itu, arah selatan berbatasan dengan Desa Karangligar, utara
Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, terdapat perumahan Resinda. Sangat
memungkinkan perluasan diarahkan ke Desa Parungsari. Bahkan bagi perusahaan
industri yang tidak mengeluarkan limbah B3 cocok dikembangkan di desa itu.
Jam Kerja Pamong Desa Hingga 12.00.WIB
Minimnya
pendapatan penduduk Desa Parungsari, juga berdampak terhadap penyelenggaraan
pemerintahan desa tersebut. Kepala Desa Kosim mentolelir para stafnya dengan
cara memberlakukan jam mulai pukul 08.00-12.00.WIB. Jam-jam kerja selebihnya
dia mentolelir untuk mencari tambahan.
“Soal
penggunaan waktu tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, saya sudah
siap menerima teguran dari atasan. Kalau hanya mengharapkan honor yang
kadangkala pembayarannya tersendat, perangkat saya bersama keluarganya bisa
terancam kelaparan,” tandas Kosim penuh percaya diri dan yakin. Parlin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar