Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Rabu, 11 April 2012

Rumah Beberapa Warga Desa Parungsari Longsor



KARAWANG, ReALITA Online — Akibat curah hujan yang cukup tinggi mengancam keselamatan warga Rt.03 dan 04, Rw.01 warga Desa Parungsari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang bermukim tidak jauh dari sungai Cibeet. Sedikitnya rumah milik 9 kepala keluarga dapurnya rubuh akibat bencana longsor ke sungai Cibeet tersebut.
HASIL pantuan ReALITA Online di lokasi peristiwa tersebut, sekitar panjang 300 meter  longsor dan cukup dalam membuat kesembilan kepala keluarga (KK) tersebut kian gelisah.
Warga yang terkena musibah tersebut adalah Embin,Wana, Ayat, Taman, Arip, Cawin, Nasmat, Dasim, dan Udin.
Mereka menuturkan, tanah pemukimannya hampir habis tergerus kali Cibeet terlebih pada musim hujan saat ini yang curahnya cukup tinggi.
“Kami mau pindah dari lokasi ini, tapi kami tidak punya uang membeli tanah untuk tempat tinggal,” tutur warga.
Kepala Desa Parungsari, Kosim Adiwijaya, membenarkan bahwa longsor yang menimpa pemukiman warganya itu, akibat musim hujan yang berkepanjangan belakangan ini  menjadikan debit air sungai Cibeet meluap.
Menurut Kosim, akibat luapan air sangat mempengaruhi daya tahan bahu Sungai Cibeet."Salah satu mengatasinya adalah pembangunan turap agar tanah longsor tidak semakin meluas. Jika Pemda Karawang tidak segera mengambil langkah antisipatip, Desa Parungsari bakal habis tergerus," tandasnya. 
Dia menyadari bahwa warganya yang bermukim di sepanjang sungai tersebut sangat rentan ancaman longsor. Hanya, pihaknya tak berdaya dikarenakan harus menyiapkan lahan untuk pemukiman warga supaya bersedia meninggalkan pemukiman di sepanjang sungai Cibeet. Tapi terbentur biaya.
"Dananya dari mana untuk membeli lahan setidaknya 10.000 meter persegi. Kami baru mengajukan surat permohonan ke bapak bupati bertanggal 15 Maret 2012 perihal bantuan biaya pembebasan tanah peruntukan jalan desa karena jalan yang ada sudah longsor.
Sejatinya Desa Parungsari tidak jauh dari kawasan industri, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terkesan kurang perhatian .Dan desa ini tergolong tertinggal walaupun mayoritas lahan yang ada adalah pertanian padi, tapi petani di sana kerap sulit mendapatkan kucuran air, baik pada musim tanam maupun pasca tanam.
Dengan kondisi desa tersebut, Pemkab Karawang sudah saatnya meninjau Rencana Umun Tata Ruang Kecamatan (RUTRK) sawah teknis menjadi perumahan dan zona industri.
Jika ditinjau dari letak desa itu, arah selatan berbatasan dengan Desa Karangligar, utara Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, terdapat perumahan Resinda. Sangat memungkinkan perluasan diarahkan ke Desa Parungsari. Bahkan bagi perusahaan industri yang tidak mengeluarkan limbah B3 cocok dikembangkan di desa itu.
Jam Kerja Pamong Desa Hingga 12.00.WIB
Minimnya pendapatan penduduk Desa Parungsari, juga berdampak terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa tersebut. Kepala Desa Kosim mentolelir para stafnya dengan cara memberlakukan jam mulai pukul 08.00-12.00.WIB. Jam-jam kerja selebihnya dia mentolelir untuk mencari tambahan.
“Soal penggunaan waktu tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, saya sudah siap menerima teguran dari atasan. Kalau hanya mengharapkan honor yang kadangkala pembayarannya tersendat, perangkat saya bersama keluarganya bisa terancam kelaparan,” tandas Kosim penuh percaya diri dan yakin. Parlin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar