KARAWANG,
ReALITA Online — Ratusan ton sampah rumah tangga di Kabupaten
Karawang pada tahun 2013 mendatang tidak akan terbuang percuma. Pasalnya sampah
tersebut bakal dijadikan bahan baku pembangkit tenaga listrik dengan daya yang
dihasilkan sebesar 3 hingga 4 mega watt (MW).
Hal itu terungkap
saat Pemerintah Kabupaten Karawang menandatangani naskah kerja sama dengan
sebuah perusahaan pengolahan sampah terpadu, PT Propelat di ruang rapat bupati,
Kamis (19/4/12). ”Setelah instalasi pengolahan sampah itu terbangun, kami
membutuhkan sedikitnya 300 ton sampah per hari,” ujar Presiden Direktur PT
Propelat, Iwan Darmawan Hanafi.
Menurut dia,
pihaknya akan memanfaatkan sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah
akhir (TPSA) Jalupang, Cikampek dan Leuwisisir, Telukjambe Barat. Jika produksi
sampah di dua tempat itu masih kurang, tidak tertutup kemungkinan pihaknya
mengambil sampah dari daerah lain, seperti Bekasi dan Jakarta.
Menurut dia, untuk
mengolah sampah menjadi tenaga listrik itu pihaknya akan menggunakan tekhnologi
Jerman dan Belgia.”Nilai investasi yang kami tanam untuk keperluan itu mencapai
Rp 150 miliar. Setelah dua puluh tahun beroperasi instalasi itu akan diserahkan
kepada Pemkab Karawang,” kata Iwan.
Di tempat yang
sama, Konsultan PT Popelat, Mas Djoko Sugiarto mengatakan, dengan pengolahan sampah
terpadu itu, permasalahan sampah akan teratasi dan memiliki nilai ekonomis.
Kami bisa menjual tenaga lisrik yang dihasilkan dari sampah itu kepada kawasan
industri. Sementara pihak pemkab sendiri tidak perlu pusing-pusing memikirkan
penangan sampah,” kata Djoko.
Dikatakan pula,
pengolahan sampah terpadu itu menggunakan sistem klasifikasi. Sampah yang sudah
terkumpul dimasukan kedalam tabung dan kan dipanakan dengan suhu tertentu. Uap
dari sampah itu selanjutnya ialirkan untuk menggerakan turbin listrik yang
menghasilkan daya 3-4 W.
“Pemanasan sampah
mencapai 2.200 derajat celcius, tapi sampah itu tidak akan terbakar,” kata
Djoko.
Proyek pembangunan
instalasi pengolahan sampah itu membutuhkan waktu, 1,5 tahun. Namun pihak
pengusaha tidak membutuhkan penambahan area pembuangan sampah. “kami akan
memanfaatkan lahan yang talah ada. Bahkan sampah yang telah bertumpuk memenuhi
tempat pembuangan, nantinya akan berkurang,” kata Djoko lebih lanjut.
Sementara itu
Bupati Karawang, H. Ade Swara mengatakan, pihaknya menyabut baik niat para
pengusaha yang siap membantu Pemkab Karawang di segala bidang, termasuk
pengolahan sampah. Setelah naskah kerja sama itu ditandatangi, para pengusaha
diharapkan segera merelaisasikan rencana tersebut. PRLM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar